Oleh: dsusetyo | Desember 5, 2011

Yayasan keluarga Istimewa indonesia

Sahabat,

Hari ini saya menambahkan link di bawah kelompok “Organisasi Peduli Autis” yaitu Yayasan keluarga Istimewa indonesia. Silakan kunjungi dan simak artikel2 menariknya.

Salah satu artikel berguna yang diposting Oktober 2011 lalu adalah: Apakah Anak Autis Itu ?

Semoga manfaat.

Waduh, sudah lama sekali saya tidak posting.

Baiklah sekedar untuk mencairkan kebuntuan saya akan posting sedikit tentang Kebijakan pemerintah untuk pendidikan anak autistik atau anak berkebutuhan khusus lainnya.

Jika Anda belum tahu, pemerintah telah mengeluarkan serangkaian kebijakan tentang hal tersebut, sebagai bentuk kepedulian pemerintah. Namun seperti halnya kebijakan2 pemerintah yang lain, adanya kebijakan pemerintah yang tertuang dalam berbagai dokumen kenegaraan tidak serta merta manjamin mulusnya penyelenggaraan pendidikan bagi anak2 spesial tersebut. Banyak hal yang menjadi penyebabnya.

Di antara aturan2 tersebut adalah:

  • UUD 1945 Pasal 31 ayat (1), “Tiap-tiap warga negara berhak mendapat pengajaran”
  • UURI Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 5 ayat (2), “Warga negara yang memiliki kelainan fisik, mental/intelektual, sosial, dan emosional berhak memperoleh Pendidikan Khusus”

Artinya sebenarnya negara telah menjamin bahwa anak2 spesial tersebut mendapat hak yang sama dengan anak2 yang lain dalam hal hak untuk mendapatkan pendidikan!

Namun demikian kita tidak bisa tinggal diam dan menunggu pemerintah melakukan sesuatu. Tidak hanya di Indonesia, di seluruh dunia pun negara tidak mampu menangani hal ini sendirian, ada banyak diperlukan bantuan dari gerakan swadaya masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan pendidikan yang layak bagi para ABK [Anak berkebutuhan Khusus].

Jumlah mereka semakin banyak, mereka menunggu kita semua untuk bangkit dan melakukan sesuatu. Mari tanyakan pada diri kita sendiri, apa yang yang kita bisa sumbangkan untuk itu?

Artikel lebih lanjut silakan selayar di :

Kebijakan Pendidikan Bagi Anak Autis

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2003, TENTANG SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL

Kemendiknas Harus Membuat Pendidikan Anak Autis

Semoga artikel kecil ini bisa menggugah semangat dan kepedulian kita.

Salam.

Oleh: dsusetyo | April 6, 2011

Autisma dalam Berita 2011, Walk for Autism 2011

Walk for Autism 2011. Jakarta.

Autism awareness day April 2.

Tema:
“Toward an Inclusive Autism-Friendly ASEAN Community”

Tanggal 2 April 2011 lalu, alhamdulillah kami sekeluarga berlima, plus dua orang adik saya dapat mengikuti Jalan Bersama untuk Autisma 2011 di Jakarta.

Tidak seperti tahun lalu, dimana kami datang terlambat, kali ini kami datang sebelum acara dimulai. Pukul 6.15 kami sudah berhasil parkir di tempat parkir Monas, yang juga menjadi tempat awal acara jalan bersama.

Tepat pada waktunya 6.30 acara dimulai. Kali ini nampaknya peserta jauh lebih banyak dari tahun lalu.

Aini, putri bungsu kami yang saat ini sekolah di Mandiga, nampak sangat antusias sejak beberapa hari lalu, walaupun menjelang mulai berjalan sempat ngambek, mungkin karena kelamaan nunggu pidato pembukaannya. Untunglah akhirnya ia mau juga jalan.

Sepanjang jalan acara berlangsung tertib, bantuan para relawan dan aparat kepolisian baik sekali. bahkan dari kepolisian mengirimkan beberapa petugasnya yang muda dan keren2 berseragam kaos biru, dan memakai sepatu roda mengawal jalannya acara.

Di beberapa persimpangan kendaraan berhenti menunggu kami lewat.

Yang membuat saya terharu bahkan sampai menangis adalah banyak sekali relawan muda yang dengan semangat membantu, mulai dari mengatur barisan sampai membagi2kan air minum mineral. Saya berdoa, semoga merreka2 inilah kelak yang menjadi pemimpin bangsa atau tokoh masyarakat yang peduli dengan rakyatnya. Amin.

Kira2 3/4 jalan menuju bundaran HI Aini mulai kecapekan, dan mulai jalan pelan2 sampai akhirnya kami jadi baris yang paling belakang. Kami terus berusaha menyemangatinya sambil terus memantau kondisinya, kalau2 memang ia sudah benar2 tak kuat. Alhamdulillah akhirnya ia berhasil sampai di bundaran HI, baliknya ke Monas terpaksa naik “busway” bersama ibu dan kedua kakaknya.

Acara tahun ini sepertinya yang paling rame, hampir di seluruh dunia mengadakan acara yang sama. Sila Google “walk for autism 2011″.

Berikut berita terkait untuk kota Jogya, kota Bogor, kota Surabaya.

Silakan bagi info di komen untuk kota2 lainnya.

Berikut beberapa fotonya yang di jakarta, terima kasih untuk nanda Annisa.

Spanduk walk for autism 2011 01

Spanduk Walk for Autism 2011 Jakarta -02

Spanduk Walk for Autism 2011 Jakarta -02

suasana walk for autism 2011 jakarta01

suasana walk for autism 2011 jakarta01

'"together is better" 2 April 2011'

Puzzle terpanjang: together is better 2 April 2011

Sahabat, sebenarnya semua acara ini ditujukan untuk membangkitkan kesadaran masyarakat tentang autisma, dan lebih dari itu untuk dapat menerima dan memberi kesempatan para penyandang sindroma autisma sebagaimana waraga masyarakat lainnya.

Setelah kita tahu, kemudian sadar,  jadi apa lagi yang bisa kita lakukan?

Tindakan nyata apa yang bisa kita lakukan untuk para penyandang autisma tersebut untuk membantu mereka menjadi lebih baik?

Bersikap kondusif, dan berempati kepada apa yang dirasakan mereka mungkin langkah nyata awal yang kita semua perlu lakukan.

Cerita ini mungkin dapat membantu Anda memahami dan berempati kepada para penyandang autistik ini. Memahami dan berempati adalah gerbang utama yang harus kita lalui untuk dapat berbuat lebih berbuat lebih banyak. One action at a time!

Surat dari Viki Satkiewicz Gayhardt

Tulisan ibu Kymberly Grosso

Semoga posting kali ini bermanfaat.

[oh ya saya juga menambah satu tautan baru yang mungkin bermanfaat di bawah topik "ARTIKEL DAN RUJUKAN TENTANG AUTIS": PsychologyToday: Autism, silakan ditelusuri]

Sahabat sekalian,

Hari ini saya sedang browsing mencari informasi baru tentang anak berkebutuhan khusus dan event raya hari peduli autis dunia yang jatuh pada tanggal 2 April 2011.

ahli kesehatan

ahli kesehatan

Untuk yang pertama, saya buat satu ‘blogroll’ baru berjudul Ahli Kesehatan dan Perkembangan Anak serta satu link baru tentang tatacara deteksi dini autis [di bawah blogroll: Artikel dan Rujukan tentang autis, judul link nya: "deteksi dan kenali autis sejak dini"] yang ditulis oleh Dr Widodo Judarwanto, seorang Dokter spesialis anak yang rajin membuat blog tentang kesehatan dan perkembangan anak sesuai dengan bidang spesialisasinya.

deteksi dini autis

deteksi dini autis

Kedua tentang Walk for Autism Indonesia 2011 yang diadakan pada tanggal 2 April 2011. Keterangan lebih lanjut tentang detail acara dan tatacara keikutsertaan dapat anda akses di Jalan Bersama untuk Autisme Indonesia 2011 atau langsung di peduliautisme.net

Semoga informasi ini bermanfaat.

Salam

Oleh: dsusetyo | Maret 4, 2011

Pendidikan bagi Anak Spesial – Sekolah Inklusi

Namanya saja anak berkebutuhan khusus [ABK] atau anak spesial jadi memang tempat pendidikannya pun harus spesial. Kalau Anda pernah mendengar istilah sekolah inklusi [atau inklusif?] itu artinya tempat pendidikan yang “normal” tapi menyediakan beberapa bangku untuk menerima anak-anak spesial ini. Idealnya sekolah inklusi tersebut harus memiliki sarana dan guru yang terlatih untuk menangani anak-anak spesial ini. Diharapkan dengan dibaurkan dengan anak-anak tanpa kebutuhan khusus maka anak-anak ABK ini akan lebih mudah nantinya bermasyarakat demikian pula anak-anak lain belajar untuk menerima mereka dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Pendidikan Inklusi adalah pendidikan yang  didasarkan pada hak asasi dan model sosial, sistem yang harus disesuaikan dengan anak, bukan anak yang menyesuaikan dengan sistem. Pendidikan Inklusi dapat dipandang sebagai pengerakan yang menjunjung tinggi nilai-nilai, keyakinan dan prinsip-prinsip utama yang berkaitan dengan anak, pendidikan, keberagaman dan diskriminasi, proses partisipasi dan sumber-sumber yang tersedia

Namun kenyataannya belum seperti itu, baik dari sisi jumlah maupun mutu. Tentu hal ini belum menggembirakan bagi anak-anak spesial dan para orang tuanya.

Untuk diketahui, pendidikan untuk anak yang berkebutuhan khusus telah dicantumkan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Undang-undang tersebut memberi tentu saja memberikan ruang gerak baru bagi anak-anak yang berkebutuhan khusus.

Dalam pasal 15 tentang pendidikan khusus disebutkan bahwa  pendidikan khusus merupakan pendidikan untuk peserta didik yang berkelainan atau peserta didik yang memiliki kecerdasan luar biasa yang diselenggarakan secara inklusif atau berupa satuan pendidikan khusus pada tingkat pendidikan dasar dan menengah. Pasal inilah yang memungkinkan terobosan bentuk pelayanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus berupa penyelenggaraan pendidikan inklusif.

Di Jakarta misalnya,  dari keterangan Kepala Seksi Pendidikan Luar Biasa (Kasi PLB) Dinas Pendidikan Dasar DKI Jakarta, sekolah inklusif telah diterapkan sejak tiga tahun lalu melalui payung hukum peraturan gubernur (pergub). Berdasarkan pergub inilah beberapa sekolah ditunjuk untuk membuka program inklusif.

Namun sayangnya semangat dan wacana penyediaan fasilitas pendidikan untuk anak-anak berkebutuhan khusus sangat berbeda dengan pelaksanaannya.

bina sekolah inklusi

Dalam RAPBD 2010, siswa yang mengalami hambatan belajar/kesulitan belajar karena Dislexia, ADHD (Atention Defisit Hiperaktif Disorder), ADD (Atention Difisit Disorder), dan Autis, mempunyai angka pravelensi 10% dari total jumlah siswa, namun mereka tidak mendapatkan perhatian yang cukup dari Dinas Pendidikan. Walaupun sudah ada Peraturan Gubernur No.116 Tahun 2007 tentang penyelenggaraan Pendidikan Inklusi yang dalam Bab III pasal 4 menyebutkan bahwa penyelenggaraan pendidikan inklusi di setiap Kecamatan sekurang-kurangnya terdapat 3 (tiga) TK/RA, SD/MI, dan satu SMP/MTS dan disetiap Kota sekurang-kurangnya 3(tiga) SMU/SMK/MA/MAK. Prakteknya, di Jakarta Selatan yang memiliki 10 Kecamatan, hanya ada 3(tiga) SD Inklusi Negeri, seharusnya terdapat sekurang-kurangnya 30 SD/MI.

Mau tahu berapa anggaran yang sudah disediakan?

Biaya yang dianggarkan untuk pendidikan inklusi di Dinas Pendidikan sebesar Rp.200. juta untuk dana pendamping untuk 5(lima) SD model inklusi. Dan untuk tingkat Sudin Jakarta Pusat dianggarkan 50 juta untuk pembinaan guru inklusi sebanyak 60 orang, dan bimbingan teknis penyusunan KTSP, MBS, SLB Pendidikan Inklusi sebesar 50 juta. Dana pendidikan inklusi untuk seluruh wilayah DKI Jakarta kurang dari 2(dua) Milyar Rupiah.

Terjawab sudah, mengapa implementasi Pergub no. 116 tahun 2007 tentang pendidikan Inklusi gagal. Kegagalan ini, menyebabkan 50.000-an anak berkebutuhan khusus yang seharusnya ditampung di Sekolah Inklusi, menjadi tak tertangani dengan benar. Bandingkan dengan pengadaan seragam guru (PDH dan ongkos jahit sebesar 12,119 Milyar rupiah.

Ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah DKI Jakarta di sektor pendidikan inklusi. Semangat pendidikan untuk semua dan siapa saja seharusnya juga di terapkan dalam realita di lapangan.

[dipetik dari blognya Wanda Hamidah, diposting tanggal 18 Nop 2009]

Mungkin link berikut juga berguna

Oleh: dsusetyo | Februari 26, 2011

Membantu Anak Autistik dengan on-line Tutoring

Membesarkan anak autis dapat menjadi tantangan tetapi pada saat yang sama, sebagai orangtua, Anda ingin anak Anda mendapatkan pendidikan yang terbaik.

Artikel ini membahas kebutuhan anak-anak spesial ini dan bagaimana dapat membantu orang tua untuk mengatasi kesulitan ini dengan Bimbingan Belajar secara  online.

online tutoring for autistic

online tutoring

Sekolah umum dapat menimbulkan beberapa masalah serius tentang perilaku anak autis. Padahal, sekolah kami mendapatkan hibah pemerintah khusus untuk memenuhi kebutuhan anak-anak spesial, namun fasilitas yang disediakan di sekolah tersebut telah meninggalkan banyak yang harus diinginkan. Selain itu, tidak semua guru dilatih untuk menangani kebutuhan khusus anak-anak spesial ini. Dan menambahkan tekanan peer untuk kesengsaraan anak Anda dan Anda memiliki badai sempurna keadaan di mana Anda hanya tidak ingin mengirim anak-anak Anda dalam keadaan seperti itu

Mungkin, belajar di rumah secara online adalah apa yang anak Anda butuhkan. Bahkan, untuk semua anak-anak spesial, tidak ada tempat yang lebih baik untuk belajar dari kenyamanan rumah. Dan jika Anda bisa mendapatkan pendidikan berkualitas bagi anak Anda tepat di rumahnya, mengapa anda membuat mereka menderita dengan mengirim mereka ke Sekolah Umum yang bisa sensitif terhadap anak-anak khusus/ anak spesial ini?

Ada juga sekolah yang secara khusus dimiliki untuk anak-anak khusus. Tetapi para ahli berpendapat bahwa anak-anak autistik menderita gangguan perilaku karena ketidakmampuan perkembangan mereka untuk berfungsi secara normal dalam situasi sosial. Dan jika mereka dibuat untuk berbagi tempat dengan mereka yang memiliki masalah emosional, kondisi mereka akan rusak lebih lanjut.

Namun, rumah menyediakan lingkungan yang sempurna untuk anak-anak autistik, tanpa kewajiban sosial dan peraturan. Rumah adalah tempat di mana anak Anda akan mendapatkan perhatian khusus dan juga menyelamatkan dia dari perilaku kejam guru dan sesama siswa.

Dengan berkembangnya Internet di Twenty First Century, bimbingan online telah membuat langkah cepat dalam bidang pendidikan. Dengan sekali tidak ada kompromi terhadap kualitas pendidikan, situs bimbingan online telah datang untuk membantu orang tua mencari rumah yang ideal les sekutu bagi anak-anak khusus mereka. Dengan guru yang berkualitas terdaftar dari seluruh dunia, anak Anda hanya disampaikan hak pendidikan terbaik di ruang tamu Anda.

Bagian terbaik dari bimbingan online adalah bahwa anak Anda tidak akan merasa perlu untuk bersaing dengan siapa pun, sementara pada saat yang sama, ia akan berada di kebebasan untuk belajar pada jam-jam yang nyaman. Tidak ada pengganggu, tidak perlu guru hadir di rumah bahkan dapat meningkatkan potensi belajar anak Anda.

Pada akhirnya, Anda perlu menyadari bahwa anak Anda adalah khusus karena itu, ia memerlukan perawatan khusus. Setelah fakta ini dipahami, Anda akan mampu menghargai indispensability dari les online untuk anak autis Anda.
Kunjungi www.TeachingSpace.Com
Situs Bimbingan Belajar Online Kelas Duni

[untuk mengunjungi sumber artikel silakan klik di sini]

Oleh: dsusetyo | Februari 22, 2011

Anak Berkebutuhan Khusus [ABK]

Gambar kadang lebih menjelaskan daripada seribu kata, apalagi gambar dengan suara.

Berikut ini saya pasang video dari youtube tentang Anak Berkebutuhan Khusus. Semoga Anda semakin lebih jelas mengenai apa itu ABK.

 

Semakin lama, angka prevalensi anak2  dengan kebutuhan khusus semakin meningkat. Karena itu dibutuhkan semakin banyak perhatian dan upaya2 nyata untuk membantu anak2 tersebut mengembangkan kemampuannya secara optimal, agar dapat hidup di tengah2 masyarakat dengan segala kekurangan dan kelebihannya sebagaimana anak2 yang lainnya. Mereka pun mempunyai hak dan kewajiban yang sama dengan anak2 “normal” lainnya, tentu sesuai dengan keadaan masing2 anak.

Dan alhamdulillah, sekarang kesadaran masyarakat tentang ABK [anak berkebutuhan khusus ini] semakin membaik, meskipun masih belum cukup. Di berbagai belahan dunia telah berdiri pusat2 yang khusus didirikan untuk dapat membantu anak2 spesial tersebut mengoptimalkan kemampuannya. Tempat2 tersebut biasa disebut dengan Special Needs center atau dalam bahasa kita Pusat Anak Berkebutuhan Khusus.

Untuk itu, setelah browsing beberapa lama, saya kumpulkan beberapa link dari center2 tersebut di bawah link group “Pusat ABK Dunia“. Saya tambahkan pula kelompok link “Alat Bantu ABK‘. Silakan ditelusuri, semoga manfaat.

Salam.

Oleh: dsusetyo | Januari 23, 2011

Meraih Bintang

Jangan sisihkan aku karena aku autistik…

Aku juga ingin meraih bintang seperti anak yang lainnya.

Saksikan video ini

Oleh: dsusetyo | Desember 16, 2010

Apakah Penyebab Autisme?

Apakah Penyebab Autisme?

Apa yang menyebabkan autisme adalah sesuatu yang didengar setiap dokter ketika mereka mengatakan kepada orangtua anak bahwa anak mereka autis.

Tidak ada satu jawaban pasti untuk pertanyaan ini. Ada beberapa pemikiran terhadap apa yang menyebabkan autisme. Beberapa penyebab autisme dianggap bawaan genetik. Para dokter berpikir ada beberapa gen yang menyebabkan autisme, namun belum ditemukan oleh mereka. Para dokter sekarang merasa bahwa beberapa orang dilahirkan dengan kecenderungan menjadi autis. Lalu mereka mendapatkan beberapa jenis pemicu dari lingkungan sekitar dan mereka menjadi autis.

Autisme lebih sering terjadi pada anak laki-laki daripada perempuan. Beberapa studi menunjukkan hubungan antara faktor lingkungan dan autisme. Mereka berpikir bahwa polusi dan zat-zat beracun di udara dapat membantu menyebabkan seorang anak memiliki autisme. Penelitian telah menunjukkan kota-kota kecil dengan kasus tinggi autisme. Kota-kota itu memiliki satu hal yang sama, yaitu sumber polusi yang tinggi. Biasanya sumber adalah pabrik suatu barang yang melepaskan banyak racun, dan zat-zat kimia ke udara.

Sebagian besar orang berpendapat bahwa autisme disebabkan oleh merkuri (air raksa), atau thimerosal yang terdapat dalam vaksinasi. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa autisme didiagnosis pertama kali pada waktu yang sama saat vaksinasi diberikan.
Telah banyak dilakukan studi penelitian tentang vaksin yang menyebabkan anak menjadi autis. Sejauh ini belum ada bukti yang menunjukkan hubungan antara memvaksinasi anak anda dan autisme. Mungkin akan ada lebih banyak risiko jika tidak memberi vaksinasi pada anak.

Beberapa studi menunjukkan anak yang terkena merkuri tingkat tinggi lebih cenderung memiliki autisme. Ini adalah rasa takut dengan vaksinasi, namun sebagian besar suntikan belakangan ini tidak mengandung merkuri atau thimerosal. Jika memang mengandung thimerosal, itupun dalam jumlah yang sangat kecil. Merkuri dalam jumlah banyak dapat diberikan untuk memberi makan banyak ikan, dan emisi tempat industri. Para peneliti berpikir mungkin ada hubungan antara wanita hamil yang terkena merkuri dan anak-anak mereka memiliki autisme. Ada penelitian-penelitian baru menguji ibu hamil untuk melihat berapa banyak merkuri dalam sistem tubuh mereka dan menguji bayinya saat lahir. Mereka kemudian dapat memantau bayi dengan tingkat merkuri tinggi dan melihat apakah anak mereka memiliki masalah di kemudian hari.

Ada teori bahwa autisme disebabkan dari masalah kesehatan yang mendasarinya. Penyakit tertentu membuat anak lebih mungkin untuk mengembangkan autisme. Beberapa penyakit termasuk sindrom Fragile X, dan Rubella bawaan. Beberapa orang percaya bahwa autism disebabkan oleh ketidakseimbangan metabolik.

Dulu banyak yang berpikir bahwa autism disebabkan dari trauma emosional yang lebih cepat. Mereka juga berpikir cara mengasuh dari orangtua yang buruk patut untuk disalahkan. Dokter mencoba menyalahkan para ibu karena tidak memberikan anak-anak mereka cukup perhatian dan kasih sayang. Kemudian  ditemukan bahwa teori-teori ini tidak benar. Masih banyak penelitian lebih lanjut yang diperlukan untuk mengidentifikasi penyebab autism yang benar. Sampai ditemukan jawaban yang pasti, tidak akan ada yang tahu apa yang menyebabkan anak menjadi autis. Ini semua hanyalah sebatas teori dan hanya itu, teori-teori. Mudah-mudahan suatu hari dokter akan mengerti apa yang menyebabkan anak menjadi autis, dan mereka dapat bekerja untuk mencari tahu cara mencegah atau menyembuhkannya.

sumber:  http://doktermu.com/autis/32-apakah-penyebab-autisme

Older Posts »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.